



Welcome To Our Blog! We hope our blog can be useful for you! Go enjoy visiting our blog! Don't forget to read "About Us" section! Also don't be shy to comment our blog! And thank's for visiting our lovely blog! ^^
Blog Project deadline is 15 February 2010 at 00.00<> (WIB Times). Jangan lupa setiap anggota kelompok diwajibkan untuk memasukkan paling sedikit 5 (lima) postingan mengenai IT Category dengan ketentuan seperti yang sudah dijelaskan pada saat praktikum Komputer yang lalu.
Blog ini Wajib memiliki fasilitas-fasilitas:
Bonus Point :
Jika ada pertanyaan silakan contact saya di : mmeinardi@yahoo.com atau di twitter
With God's Love




This is your time to help!
100% of funds raised will go towards relief efforts in Haiti and there are NO backend costs. Additionally, the Entertainment Industry Foundation has waived all administrative fees.

A massive, 7.0 magnitude earthquake struck Haiti near the capital of Port-au-Prince on Tuesday, January 12th. The damage to buildings is extensive and the number of injured or dead is estimated to be over 100,000.
Your gift will help rush emergency supplies to survivors of this catastrophe.
Your gift now will help distribute life-saving relief supplies including food, clean water, blankets, medical supplies and tents to children and families devastated by the earthquake and aftershocks in Haiti.
Thank you for your generous gift in this time of need.






Reportase
Reportase adalah proses yang dilakukan pencarian berita untuk mencari tahu tentang suatu peristiwa sampai mengetahui fakta dan seluk beluk dari berita yang ada dibalik peristiwa yang bersangkutan.
Proses pencarian berita:
Reporter atau wartawan yang sudah terbagi untuk mencari berita tentang bidang – bidang mereka masing – masing, contohnya: Kriminal, Politik, Kesehatan, Kriminal, Kecelakaan, ekonomi dll. Wartawan atau Reporter dituntut untuk mempunyai jaringan berita yang akurat dan cepat,contoh jaringan yang bisanya mereka punya adalah kepolisian, kerabat, kenalan dll. Tiap harinya wartawan wartawan dalam setiap kelompok mereka harus dan wajib untuk mendapatkan berita sesuai bidang mereka. Jika mereka sudah memdapatkan berita yang dibutuhkan maka mereka harus menyerahkan berita yang mereka dapat melalui internet atau media lainnya yang penting secepatnya sampai.
Proses Pelaporan Berita:
Setelah reporter selesai untuk mencari berita, beritanya akan dikumpulkan ke produser untuk disaring, diubah – ubah sampai berbentuk naskah agar dapat dibacakan oleh pembawa berita. Setelah naskahnya sudah selesai disiapkan selanjutnya tingal merekam pembawa berita yang menyampaikan lalu beritanya diedit lagi atau ditambahi video lainnya yang sudah didapat saat pencarian berita.
Proses Editing:
Reportase adalah pencarian berita diluar, pencarian tentang suatu berita berdasarkan suatu fakta yang terjadi.
Proses pencarian berita :
Wartawan atau reporter dibagi menjadi beberapa pos, yaitu beberapa bagian. Seperti politik dan kota, kesehatan, pendidikan, kriminal, peristiwa-peristiwa kecelakaan, ekonomi. Tiap hari para wartawan harus mendapatkan berita, dan berita tersebut harus dikumpulkan 2 jam sebelum acara ditayangkan. Jadi bila suatu berita sudah didapatkan, berita tersebut dikirim dengan email, atau pun dengan internet, karena berita tersebut harus sampai secepat mungkin. Reporter harus benar-benar paham daerah-daerah yang akan diliput. Para reporter mendapat berita-berita terbaru biasanya dapat dari kepolisian, kerabat dan banyak jaringan-jaringan lainnya. Reporter harus benar-benar mencari berita sampai jelas, supaya bisa mengirimkan berita yang jelas dan lengkap kepada stasiun tv. Setelah berita didapatkan dan dikirim, berita-berita tersebut dibuat naskah.
Proses pelaporan berita :
Berita dari reporter yang sudah dikirim, disaring atau dipilih yang layak untuk ditayangkan. Lalu berita yang terpilih diedit untuk dibuat naskah yang akan digunakan untuk diberitakan atau ditayangkan. Selain itu berita-berita tersebut juga diatur urutan-urutan tayangnya, karena berita yang paling penting dan berita yang baru-baru harus ditayangkan terlebih dahulu. Setelah naskah siap, langkah selanjutnya adalah pengambilan tayangan/ syuting. Setelah pengambilan gambar selesai dan menjadi video. Video tersebut diedit lagi untuk ditambahkan judul, tulisan, selingan, dan dilihata yang mana yang berita santai. Highlite,penting, hotnews. Setelah semua selesai langkah terahkirnya adalah ditayangkan untuk ditonton oleh semua orang.
Proses editing :
Pertama-tama kita harus memperbaiki kesalahan-kesalahan factual, seperti:
1. Menghindari kontradiksi dan mengedit berita untuk diperbaiki.
2. Memperbaiki kesalahan ejaan (tanda baca, tatabahasa, angka, nama, dan alamat).
3. Menyesuaikan gaya bahasa dengan gaya surat kabar bersangkutan.
4. Mengetatkan tulisan (meringkas beberapa kalimat menjadi satu atau dua kalimat yang memiliki kejelasan makna serupa).
5. Menghindari dari unsur-unsur penghinaan, arti ganda, dan tulisan yang memeuakkan (bad taste).
6. Melengkapi tulisan dengan bahan-bahan tipografi (missal, anak judul/subjudul).
7. Menulis judul yang menarik.
8. Menulis keterangan gambar/caption untuk gambar/foto dan pekerjaan lain yang bersangkutan dengan cerita yang disunting.
9. Menelaah kembali hasil tulisan yang telah dicetak, mungkin masih terdapat kesalahan secara redaksional dan substansial.
Setelah syuting atau pengambian gambar, biasanya tim editor mengedit video yang sudah didapatkan. Langkah-langkah pertama adalah dalam bentuk kaset bentuk capture, dari data kaset diubah menjadi data record. Lalu naskah masuk pertama diruang VO(voice over) diambil untuk proses audio , lalu dimasukan ke software editing adop premier pro. Setelah itu dikasih nama title, dan disusun. Setelah itu diexport masuk ke dalam MCR dan ditayangkan.
Reportase adalah laporan lengkap ataupun interpretatif yang telah disajikan sebagaimana dianggap penting oleh redaksi pemberitaan ataupun berupa pemberitaan penyelidikan atau yang biasa disebut investigatif reporting yang merupakan pengkajian fakta-fakta lengkap dengan latar belakang, trend atau kecenderungan yang mungkin terjadi di masa mendatang. Atau biasa juga disebut dengan kegiatan meliput, mengumpulkan fakta-fakta tentang berbagai unsur berita, dari berbagai sumber/narasumber dan kemudian menuliskannnya dalam bentuk berita.
Proses pencarian berita bisa didapatkan dari semua sumber tetapi informasi awal dapt diperoleh dari berbagai sumber contohnya saja media massa seperti Koran, internet, radio, televisi,dll. Media massa adalah salah satu sumber informasi yang terus mengalir dan tidak akan pernah berhenti. Bisa juga dari berbagai sumber personal seperti pimpinan lembaga,kolega atau kenalan kita yang bekerja untuk suatu perusahaan dan memiliki cukup informasi tentang perusahaan/lembaga tersebut yang bisa kita dapatkan beritanya.
Lalu untuk memastikan kepastian peristiwa yang akan diliput kita harus mengkonfirmasi atau mengecek kepastian berita itu dalam hal pertemuan dengan narasumber maupun mengecek peserta, penyelenggara, pejabat yang akjan berbicara, moderator acara, waktu acara, tempat acara, aturan tata tertib saat acara, dll. Sehingga saat peliputan berita dilaksanakan reporter dapat menyiapkan segala sesuatu dengan baik.
Proses pelaporan berita/reportase dengan cara memberi informasi setelah peliputan yang perlu dikumpulkan, disatukan sehingga siap untuk diolah lebih lanjut untuk dijadikan berita. Informasi yang didapat juga bisa berupa keterangan 5W+1H yaitu What, Where, When, Why,Who and How, lalu foto-foto dokumentasi, press release, profil lembaga, pidato, pernyataan tertulis, komentar, wawancara, opini, ataupun kesaksian dari saksi mata.
Untuk mengedit berita dibutuhkan 3 tahap yaitu : Menulis berita, Menulis seluruh isi berita dan Mengedit berita. Menulis berita bisa diawali dengan mengambil sudut pandang pemberitaan sesuai jenis beritanya. Lalu reporter menetapkan jenis berita yang akan dibuat lalu menyiapkan sudut pandang secara menarik agar berita yang dihasilkan bagus dan menarik banyak pembaca. Lalu menulis seluruh berita dengan memasukkan 5W+1H yang ada lalu dahulukan fakta yang ada dan fakta yang sudah terungkap beserta argumentasi-argumentasi yang ada serta komentar-komentar para peserta maupun pakar atau pengamat yang sengaja dihubungi untuk dimintai pendapat dan para pengamat yang mengikuti kasus dari awal. Dan proses terakhir adalah mengedit berita yaitu mengedit berita dari awal hingga akhir beserta mengedit bahasanya.
Cara mengedit nya adalah membaca berita, mengoreksi berita, kalimat-kalimat yang akan digunakan, menyesuaikan judul dengan berita dan seluruh isi berita, bahasa yang digunakan beserta ejaan yang baik dan benar dan ketikan yang sudah diketik. Setelah itu berita siap dikeluarkan.
Reportase = Penyampaian kita berdasarkan investigasi empirik yang kita lakukan di lapangan atau studio dalam sebuah lingkup topik tertentu
Proses Pencarian Berita =
1. Menentukan topik
2. Mencari sumber untuk dimintai informasi
3. Mencari sumber-sumber terkait lain yang bisa dimintai informasi
4. Memastikan kepastian untuk meliput berita dan acara
5. Melakukan pencarian informasi langsung dari narasumber
6. Meliput berita
Proses Pelaporan =
1. Menyatukan data-data yang ada
2. Memasukkan hasil pencarian berita yang ada
3. Memasukkan data-data terkait seperti foto, video, dan lain-lain
4. Mengolah kembali berita
5. Membuat berita yang siap diedit
6. Mengedit berita
Proses Editing =
1. Memilih topik-topik yang sudah diinvestigasi wartawan. Memilih berita yang mana yang layak dijadikan topik pembicaraan.
2. Menyusun urutan-urutan topik yang akan ditayangkan. Dari yang paling penting sampai berita yang santai.
3. Mengedit naskah, seperti mengatur tata bahasanya.
4. Disyuting di studio.
5. Setelah mendapat hasil video, video diedit diberi judul, di atur brightnya, dan lain-lain.
6. Ditayangkan di TV

Proses pengolahan sampah-sampah yang ada di wisata rungkut meggunakan cara sampah ditimbun dengan tanah. Sampah-sampah rumah tangga seperti sisa-sisa makan, kulit buah-buahan dan sampah-sampah lainnya ditimbun di dalam keranjang takakura. Pada lapisan paling bawah di taruh sekap bantalan bawah untuk meresap dan menahan lender, lalu di taruh timbunan sampah-sampah, pada lapisan paling atas ditaruh bantalan sekap atas untuk mempertahankan suhu. Setiap harinya keranjang takakura diisi dengan sampah-sampah, lalu diaduk-aduk dan ditimbun selama 5-6 bulan. Setelah sampah-sampah berubah warna menjadi hitam dan siap untuk digunakan sebagai pupuk. Pupuk tersebut digunakan untuk menanam tanaman Toga, dengan cara memasukan pupuk tersebut ke dalam polibag, lalu ditanam tanaman di dalamnya. Tanaman Toga adalah tanaman yang diolah dan dibudidayakan oleh warga setempat. Mereka mengolah sumberdaya alam yang berupa tanaman Toga dengan menggunakan pupuk atau tanah dari sampah-sampah organik yang berasal dari alam. Jadi mereka benar-benar menggunakan bahan-bahan dari alam. Tanam Toga yang ada adalah tanaman jinten, sambung nyowo, gingseng, sambiroto, daun ungu, dan lain-lain. Tanaman-tanaman ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti obat-obatan dari tanaman atau secara tradisional, lalu sebagai bumbu masakan, dan mereka juga menjual tanaman-tanaman tersebut, untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga.
Ada beberapa dampak-dampak yang di dapat dari aktivitas tersebut, yaitu :
(+) Membantu perekonomian warga
(+) Kampung menjadi bersih dan teratur.
(+) Berhemat karena mendaur ulang kembali sampah-sampah.
(+) Berhemat karena dapat membuat obat-obatan dari tanaman jadi tidak perlu beli.
(+) Aktivitas yang baik untuk mengisi waktu luang
(+) Menmanfaatkan sumberdaya alam dengan baik.
(-) Warga harus merawat tanaman setiap hari, bila tidak tanaman akan mati.
(-) Repot, karena harus menambah sampah setiap ha
rinya. Bila tidak, tanaman akan mati.
Hambatan yang dihadapi adalah bila dalam proses pembuatan pupuk kompos ada kendala seperti bila tidak ada sisa-sisa yang dapat digunakan untuk membuat pupuk maka proses pembuatan pupuk akan gagal. Bila tanaman Toganya gagal atau tidak tumbuh dengan baik, maka tanaman tersebut tidak dapat dimanfaatkan.
Solusinya adalah mengumpulkan sampah-sampah, sup
aya dapat membuat sampah, selain itu para warga juga harus memperhatikan proses pembuatan pupuk dengan baik supaya tidak gagal. Tanaman Toga juga harus di rawat dengan baik, seperti disiram setiap hari supaya tanaman tersebut dapat bertumbuh dengan baik.
Di wisata rungkut yang telah kita kunjungi kami mendapatkan beberapa pelajaran. Pelajaran yang paling penting dan sangat berguna adalah bagaimana cara mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam dengan sebaik mungkin, dan juga bagaimana mendaur ulang sisa-sisa sampah yang kelihatannya sudah tidak bisa digunakan. Kami juga dapat mempelajari dari kerja sama yang baik antara warga kampung dalam mengolah sampah-sampah bekas hingga menjadi barang yang dapat digunakan, apa lagi dengan adanya global warming dan keterbatasan sumber daya alam, maka kita harus berhemat dalam menggunakan sumber daya alam yang ada. Dengan menggolah sumberdaya alam kembali, maka kita sudah menghemat sedikit sumber daya alam.
Copyright © 2009 My Trip Dream Blog |Designed by EZwpthemes |BloggerTemplate Converted by BloggerThemes.Net
