CAUTION
Blog Project deadline is 15 February 2010 at 00.00<> (WIB Times). Jangan lupa setiap anggota kelompok diwajibkan untuk memasukkan paling sedikit 5 (lima) postingan mengenai IT Category dengan ketentuan seperti yang sudah dijelaskan pada saat praktikum Komputer yang lalu.
Blog ini Wajib memiliki fasilitas-fasilitas:
- Cita Hati Logo
- Search Blog
- Blog Category (Blog Labels or Label Cloud or Blogumus)
- About this Blog (Nama anggota2 kelompok + foto)
- ShoutBox
- Blogroll (isikan alamat blog/url kelompok2 yang lain)
- Latest Post
- Latest Comments
- Polling (sesuaikan dengan tema field trip)
- Blog/Web Counter (Ex : Histat)
Bonus Point :
- YM status
- Technorati and Alexa Ranking
- ReadMore
- Subscribe Button (RSS feed)
- Share Button (twitter, FB, dll)
- Blog Logo or Blog Banner
Jika ada pertanyaan silakan contact saya di : mmeinardi@yahoo.com atau di twitter
With God's Love
Tuesday, February 9, 2010
Mandiri di Toko Buku
Seperti yang kita ketahui, semua orang harus mandiri untuk memenuhi hidup mereka. Orang yang dapat hidup secara mandiri pastilah sangat menguntungkan hidupnya. Orang tersebut bisa berkerja semaksimal mungkin, Dia tidak akan tergantung kepada orang lain, pemikirannya tegas dan terbuka. Orang yang mandiri pasti bisa menghadapi masalah-masalah yang muncul dalam hidupnya. Sedangkan kalau kita tidak mandiri, kita akan kesusahan dalam menjalani hidup ini. Orang yang tidak mandiri tidak akan bisa menghadapi masalah. Orang tersebut akan mudah menyerah, plin-plan, mudah stress dan lain-lain. Kalau mereka ada masalah sudah pasti mereka akan mengandalkan teman atau orang tua. Walaupun kita sudah mandiri, kita juga perlu kerja sama. Kita perlu teman untuk hidup. Teman bisa membantu kita jika kita ada masalah. Dengan adanya kerja sama, kita bisa berbagi pendapat atau pengalaman untuk kerja, menikah, dan sebagainya. Berdasarkan pemikiran di atas, kami mengadakan observasi mengenai masyarakat mandiri yang ada di Surabaya, bertempat di Taman Ilmu yang berlokasi di Jalan Semarang.
Taman Ilmu adalah suatu kompleks toko-toko buku. Banyak sekali buku yang dijual di sana. Ada novel, komik, majalah, dan lain-lain. Di Taman Ilmu kami ingin mengamati kegiatan dan keadaan orang-orang yang ada di sana. Kami pun berhasil mewawancarai salah satu pemilik toko buku yang bernama Ibu Eka. Menurut Ibu Eka, masyarakat yang beraktivitas di Taman Ilmu sudah mandiri. Mereka bisa saling membantu dalam penjualan buku. Misalnya, jika ada seseorang mencari suatu novel di toko milik Ibu Eka, tapi Ibu Eka tidak punya novel tersebut. Ibu Eka akan mencari novel itu di toko lain dan membiarkan pemilik toko tersebut mengambil pembelinya. Sesama pemilik toko mereka tidak akan perhitungan. Mereka mau saling membantu dan diajak bekerja sama. Pemilik-pemilik toko buku di sana tidak perlu membuat perjanjian atau disuruh untuk menolong sesama. Mereka mau bertoleransi dengan sesama. Jadi masyarakat di sana adalah orang-orang yang partisipatif dan mereka bisa berpikir secara demokratif.
Sedangkan, menurut pengamatan kami sedikit berbeda. Menurut kami mereka kurang mandiri. Mungkin mereka sudah mandiri dalam proses penjualan buku, tetapi mereka kurang mandiri dalam bidang kebersihan lingkungan. Keadaan lingkungan di sana kurang bersih. Banyak sampah-sampah bertumpuk, toko-toko di sana kurang terawat, dan banyak sekali buku-buku di tiap toko betumpukan. Jadi kalau mencari suatu buku sangat susah karena banyak sekali dan semua buku bertumpukan. Pertama-pertama kami juga sempat kebingungan tapi kami berhasil mencari buku yang ingin kami cari . Walaupun buku-buku ini bertumpukan, kita bisa menemukan buku-buku lama dan baru. Ada beberapa buku yang sudah tidak lagi dijual di toko buku ternama seperti Gramedia dan Gunung Agung, tapi kita bisa menemukannya di Taman Ilmu. Jadi keuntungan adanya Taman Ilmu adalah kita bisa mencari buku-buku lama dengan harga yang murah. Untuk bisa mendapatkan buku dengan harga yang murah, kita harus pintar-pintar menawar. Contohnya salah satu dari kami ada yang membeli majalah Wedding, yaitu Stefany. Pertama kali membeli, Stefany tidak tahu kalau harus menawar terlebih dahulu untuk mendapat harga yang murah. Tapi yang kedua kalinya, Stefany berhasil menawar harganya dan mendapatkan majalah Wedding lebih murah.
Berdasarkan dari pengamatan dan wawancara yang kami lakukan, Taman Ilmu adalah salah satu tempat tujuan di Surabaya yang harus dikunjungi. Di tempat tersebut kaya akan pengetahuan. Masyarakat di sana sudah mandiri dan mereka bisa berpikir secara demokratif. Hanya saja mereka kurang peduli akan lingkungan sekitar. Kami berharap mereka bisa lebih mandiri dalam kerbersihan lingkungan. ☺
Subscribe to:
Post Comments (Atom)









0 comments:
Post a Comment