
Proses pengolahan sampah-sampah yang ada di wisata rungkut meggunakan cara sampah ditimbun dengan tanah. Sampah-sampah rumah tangga seperti sisa-sisa makan, kulit buah-buahan dan sampah-sampah lainnya ditimbun di dalam keranjang takakura. Pada lapisan paling bawah di taruh sekap bantalan bawah untuk meresap dan menahan lender, lalu di taruh timbunan sampah-sampah, pada lapisan paling atas ditaruh bantalan sekap atas untuk mempertahankan suhu. Setiap harinya keranjang takakura diisi dengan sampah-sampah, lalu diaduk-aduk dan ditimbun selama 5-6 bulan. Setelah sampah-sampah berubah warna menjadi hitam dan siap untuk digunakan sebagai pupuk. Pupuk tersebut digunakan untuk menanam tanaman Toga, dengan cara memasukan pupuk tersebut ke dalam polibag, lalu ditanam tanaman di dalamnya. Tanaman Toga adalah tanaman yang diolah dan dibudidayakan oleh warga setempat. Mereka mengolah sumberdaya alam yang berupa tanaman Toga dengan menggunakan pupuk atau tanah dari sampah-sampah organik yang berasal dari alam. Jadi mereka benar-benar menggunakan bahan-bahan dari alam. Tanam Toga yang ada adalah tanaman jinten, sambung nyowo, gingseng, sambiroto, daun ungu, dan lain-lain. Tanaman-tanaman ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti obat-obatan dari tanaman atau secara tradisional, lalu sebagai bumbu masakan, dan mereka juga menjual tanaman-tanaman tersebut, untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga.
Ada beberapa dampak-dampak yang di dapat dari aktivitas tersebut, yaitu :
(+) Membantu perekonomian warga
(+) Kampung menjadi bersih dan teratur.
(+) Berhemat karena mendaur ulang kembali sampah-sampah.
(+) Berhemat karena dapat membuat obat-obatan dari tanaman jadi tidak perlu beli.
(+) Aktivitas yang baik untuk mengisi waktu luang
(+) Menmanfaatkan sumberdaya alam dengan baik.
(-) Warga harus merawat tanaman setiap hari, bila tidak tanaman akan mati.
(-) Repot, karena harus menambah sampah setiap ha
rinya. Bila tidak, tanaman akan mati.
Hambatan yang dihadapi adalah bila dalam proses pembuatan pupuk kompos ada kendala seperti bila tidak ada sisa-sisa yang dapat digunakan untuk membuat pupuk maka proses pembuatan pupuk akan gagal. Bila tanaman Toganya gagal atau tidak tumbuh dengan baik, maka tanaman tersebut tidak dapat dimanfaatkan.
Solusinya adalah mengumpulkan sampah-sampah, sup
aya dapat membuat sampah, selain itu para warga juga harus memperhatikan proses pembuatan pupuk dengan baik supaya tidak gagal. Tanaman Toga juga harus di rawat dengan baik, seperti disiram setiap hari supaya tanaman tersebut dapat bertumbuh dengan baik.
Di wisata rungkut yang telah kita kunjungi kami mendapatkan beberapa pelajaran. Pelajaran yang paling penting dan sangat berguna adalah bagaimana cara mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam dengan sebaik mungkin, dan juga bagaimana mendaur ulang sisa-sisa sampah yang kelihatannya sudah tidak bisa digunakan. Kami juga dapat mempelajari dari kerja sama yang baik antara warga kampung dalam mengolah sampah-sampah bekas hingga menjadi barang yang dapat digunakan, apa lagi dengan adanya global warming dan keterbatasan sumber daya alam, maka kita harus berhemat dalam menggunakan sumber daya alam yang ada. Dengan menggolah sumberdaya alam kembali, maka kita sudah menghemat sedikit sumber daya alam.


0 comments:
Post a Comment