Reportase adalah pencarian berita diluar, pencarian tentang suatu berita berdasarkan suatu fakta yang terjadi.
Proses pencarian berita :
Wartawan atau reporter dibagi menjadi beberapa pos, yaitu beberapa bagian. Seperti politik dan kota, kesehatan, pendidikan, kriminal, peristiwa-peristiwa kecelakaan, ekonomi. Tiap hari para wartawan harus mendapatkan berita, dan berita tersebut harus dikumpulkan 2 jam sebelum acara ditayangkan. Jadi bila suatu berita sudah didapatkan, berita tersebut dikirim dengan email, atau pun dengan internet, karena berita tersebut harus sampai secepat mungkin. Reporter harus benar-benar paham daerah-daerah yang akan diliput. Para reporter mendapat berita-berita terbaru biasanya dapat dari kepolisian, kerabat dan banyak jaringan-jaringan lainnya. Reporter harus benar-benar mencari berita sampai jelas, supaya bisa mengirimkan berita yang jelas dan lengkap kepada stasiun tv. Setelah berita didapatkan dan dikirim, berita-berita tersebut dibuat naskah.
Proses pelaporan berita :
Berita dari reporter yang sudah dikirim, disaring atau dipilih yang layak untuk ditayangkan. Lalu berita yang terpilih diedit untuk dibuat naskah yang akan digunakan untuk diberitakan atau ditayangkan. Selain itu berita-berita tersebut juga diatur urutan-urutan tayangnya, karena berita yang paling penting dan berita yang baru-baru harus ditayangkan terlebih dahulu. Setelah naskah siap, langkah selanjutnya adalah pengambilan tayangan/ syuting. Setelah pengambilan gambar selesai dan menjadi video. Video tersebut diedit lagi untuk ditambahkan judul, tulisan, selingan, dan dilihata yang mana yang berita santai. Highlite,penting, hotnews. Setelah semua selesai langkah terahkirnya adalah ditayangkan untuk ditonton oleh semua orang.
Proses editing :
Pertama-tama kita harus memperbaiki kesalahan-kesalahan factual, seperti:
1. Menghindari kontradiksi dan mengedit berita untuk diperbaiki.
2. Memperbaiki kesalahan ejaan (tanda baca, tatabahasa, angka, nama, dan alamat).
3. Menyesuaikan gaya bahasa dengan gaya surat kabar bersangkutan.
4. Mengetatkan tulisan (meringkas beberapa kalimat menjadi satu atau dua kalimat yang memiliki kejelasan makna serupa).
5. Menghindari dari unsur-unsur penghinaan, arti ganda, dan tulisan yang memeuakkan (bad taste).
6. Melengkapi tulisan dengan bahan-bahan tipografi (missal, anak judul/subjudul).
7. Menulis judul yang menarik.
8. Menulis keterangan gambar/caption untuk gambar/foto dan pekerjaan lain yang bersangkutan dengan cerita yang disunting.
9. Menelaah kembali hasil tulisan yang telah dicetak, mungkin masih terdapat kesalahan secara redaksional dan substansial.
Setelah syuting atau pengambian gambar, biasanya tim editor mengedit video yang sudah didapatkan. Langkah-langkah pertama adalah dalam bentuk kaset bentuk capture, dari data kaset diubah menjadi data record. Lalu naskah masuk pertama diruang VO(voice over) diambil untuk proses audio , lalu dimasukan ke software editing adop premier pro. Setelah itu dikasih nama title, dan disusun. Setelah itu diexport masuk ke dalam MCR dan ditayangkan.


0 comments:
Post a Comment